Bawa Tas Belanja Sendiri Kurangi Penggunaan Plastik    Dilarang Membuang Sampah Sembarangan   MARI KITA CEGAH TERUS MENINGKATNYA PEMANASAN GLOBAL   
Detail Berita
SEPEDA DIMANA-MANA 2

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Pol. Condro Kirono mengatakan wilayah Jakarta Selatan siap merealisasikan dan mengoperasikan jalur khusus sepeda pada tahun 2010.
"Untuk sementara wilayah yang paling di wilayah Jakarta Selatan," kata Condro Kirono melalui situs resmi Ditlantas Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat.
Pengoperasian jalur khusus sepeda ini merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berharap bisa terealisasikan pada tahun 2010, guna memenuhi keinginan para penggemar sepeda.
Condro menuturkan kepolisian siap mendukung pembangunan jalur khusus sepeda di wilayah DKI Jakarta yang digagas Gubernur Fauzi Bowo itu.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan itu, Ditlantas Polda Metro Jaya melalui Sub Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) melakukan survei lokasi yang layak untuk dijadikan dan dilewati kendaraan "onthel" tersebut.
Condro menyatakan rencananya jalur sepeda akan melalui jalur trotoar yang digunakan pejalan kaki dengan cara memindahkan pot bunga, tiang lsitrik, serta pemolesan trotoar yang berlubang sehingga jalurnya khusus dan tidak disatukan dengan jalur kendaraan bermotor (reguler).
Condro menegaskan jalur sepeda tidak bisa menggunakan badan jalan karena lebar jalan terbatas dan sudah padat sehingga solusi yang memungkinkan untuk mewujudkan jalur sepeda, yakni menggunakan fasilitas pejalan kaki.
"Tim sedang melakukan studi kelayakan untuk observasi," ujar Condro seraya menambahkan pihaknya siap memberikan saran teknis kepada pemerintah setempat untuk pembangunan jalur sepeda agar tidak semrawut.
Dirlantas Polda Metro Jaya menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, pejalan kaki dan pengguna sepeda berhak mendapatkan haknya di jalan raya termasuk menyediakan jalur khusus untuk melintasi jalan dan perempatan.(*)



 



Bandung (ANTARA News) - Seribuan penggemar sepeda ontel atau sepeda kumbang akan menggelar parade keliling Kota Bandung, Minggu (31/1) digelar dalam rangka mensosialisasikan kendaraan ramah lingkungan dan penggunaan sepeda kepada masyarakat.
"Penggemar sepeda ontel dari beberapa kota di Indonesia hadir, termasuk dari Singapura dan Malaysia," kata Panitia Parade Sepeda Ontel Bandung, Mateta Rizalulhaq di Bandung, Sabtu.
Para peserta akan mengenakan pakaian khas "tempo doeloe" seperti jas para inohong pejuang pergerakan, pakaian koko khas Jawa serta berbagai ornamen dan seragam lainnya.
Parade itu akan berlangsung melintasi beberapa ruas jalan utama di kota Bandung yakni start dari Balai Pelatihan PTKA di Jalan Laswi kota Bandung - Jalan Gatot Subroto - Jl Asia Afrika - Jl Banceuy - Jl Naripan - Jl Sunda - Jalan Lombok - Jalan RE Martadinata - Jl Laswi dan finish di Balai Diklat PTKA.
"Kegiatan ini sekaligus reuni bagi komunitas penggemar sepeda ontel, selama ini mereka terorganisir di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan beberapa kota lainnya," kata Mateta yang juga Kabid Humas Eskternal PTKA itu.
Ia menyebutkan, kampanye kendaraan ramah lingkungan tersebut sekaligus juga sebagai ajang menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan dan kebangsaan.
Seperti halnya Kereta Api (KA), sepeda ontel merupakan bagian penting dari sejarah transportasi di masa lalu.
Sepeda-sepeda itu, kata Mateta biasanya mempunyai sejarah masing-masing, bahkan sebagian masih memiliki surat-surat resmi.
"PTKA sendiri saat ini tengah menggejot Perjalanan Wisata Sejarah KA yang disinergiskan dengan program Tahun Kunjungan Wisata Museum 2010," kata Mateta menambahkan.(*)



 



Yogyakarta (ANTARA News) - Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Yogyakarta yang telah mendapatkan bantuan 20 unit sepeda dari pemerintah kota setempat akan memanfaatkan sepeda-sepeda itu untuk berpatroli.
"Jika Pemkot Yogyakarta punya program sego segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe - sepeda untuk ke sekolah dan bekerja), maka kami akan menambahi fungsi sepeda untuk berpatroli," kata Kepala Poltabes Yogyakarta Kombes (Pol) Ahmad Dofiri di Yogyakarta, Minggu.
Menurutnya, sepeda sebanyak itu telah dimanfaatkan untuk berpatroli pada saat perayaan malam menyambut tahun baru 2010 di Kota Yogyakarta.
Dofiri terkejut karena tanggapan masyarakat terhadap polisi bersepeda saat berpatroli sangat berbeda dibanding ketika polisi patroli menggunakan kendaraan bermotor.
"Masyarakat jadi lebih menghargai tugas polisi dan memberikan sambutan yang lebih hangat. O, pak polisinya pakai sepeda tho," kata Dofiri dengan dialek Indramayu yang cukup kental.
Ia mengatakan sepeda tersebut akan dimanfaatkan untuk berpatroli di tempat-tempat wisata khususnya kawasan Jalan Malioboro yang menjadi pusat wisata di kota ini.
"Apalagi, Pak Wali (Herry Zudianto) memiliki visi dan misi untuk mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota yang nyaman huni dan kota pariwisata yang berbudaya," katanya seraya menyatakan tugas tersebut cukup berat.
Menurutnya, tugas polisi adalah mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat serta penegakan hukum. "Namun, polisi tetap membutuhkan peran serta masyarakat untuk mewujudkannya, dan salah satunya melalui siskamswakarsa," katanya.
Ia mengatakan salah satu masalah yang menjadi fokus dari Poltabes Yogyakarta adalah pemberantasan narkoba, karena Yogyakarta adalah kota kedua setelah Jakarta yang berpotensi menjadi terbesar kasus narkobanya. (sumber antaranews-slamet)